Kenali Penyebab Bronkitis dan Cara yang Benar untuk Mencegahnya

Apakah kamu sering mengalami batuk berlendir yang sudah berlangsung selama lebih dari 10 hari? Jika iya, sebaiknya segera periksa kondisi kesehatan kamu ke dokter, karena bisa saja kamu mengalami bronkitis. Agar tidak semakin parah, sebaiknya kamu kenali penyebab bronkitis dan cara yang benar untuk mencegahnya di bawah ini.

Apa itu bronkitis?

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/08/disease-4392163_1920-595x397.jpg
Penyebab Bronkitis dan Cara yang Benar untuk Mencegahnya. (Foto: Pixabay)
Bronkitis adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan utama pada paru-paru atau yang biasa disebut dengan bronkus. Akibatnya, akan terjadi peradangan atau inflamasi pada paru-paru yang kemudian akan menimbulkan gejala gangguan pada pernapasan. Orang yang mengalami bronkitis biasanya akan mengalami batuk berlendir terus menerus yang cukup mengganggu.
Bronkitis sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
·
Bronkitis akut, yaitu kondisi bronkitis yang cukup umum terjadi. Biasanya, bronkitis jenis ini berlangsung selama beberapa minggu (dua atau tiga minggu) dan akan membaik setelahnya. Penderita yang paling sering terserang penyakit ini adalah anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun.
·
Bronkitis kronis, yaitu kondisi bronkitis yang lebih serius dan terjadi secara terus-menerus atau berulang. Jenis bronkitis ini disebabkan oleh infeksi bronkus dan bertahan setidaknya dua hingga tiga bulan dalam satu tahun, serta bisa berulang pada tahun berikutnya. Berbeda dengan bronkitis akut, bronkitis kronis lebih sering menyerang orang dewasa di atas usia 40 tahun.

Gejala yang timbul dari penyakit bronkitis

Setelah mengetahui apa itu bronkitis, selanjutnya mari kenali gejala yang timbul dari penyakit ini sendiri. Secara umum, gejala yang terlihat dari bronkitis akut maupun kronis adalah adanya masalah pernapasan, seperti:
·
Penyumbatan di dada atau dada terasa penuh.
·
Batuk berlendir bening, putih, kuning keabu-abuan, atau hijau.
·
Sakit tenggorokan.
·
Sesak napas yang membuat napas kamu bersuara seperti siulan.
·
Cepat lelah.
·
Demam dan pilek (hidung tersumbat).
·
Badan terasa sakit dan meriang.

Ini penyebab bronkitis

Setelah mengetahui gejalanya, lantas apa saja penyebab bronkitis? Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus yang sama dengan penyebab penyakit pilek dan flu biasa.
Infeksi paru-paru pada banyak kasus bronkitis akut adalah disebabkan oleh virus. Iritasi dan peradangan akibat infeksi tersebut menyebabkan bronkus menghasilkan lendir lebih banyak. Bronkus sendiri merupakan saluran udara dalam sistem pernapasan yang bertugas membawa udara dari dan ke paru-paru.
Sedangkan, pada bronkitis kronis biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok, baik pasif maupun aktif. Selain itu, udara berpolusi, debu, zat kimia, atau gas beracun di lingkungan sekitar juga bisa memengaruhi kamu terkena penyakit ini.
Dalam setiap isapan rokok, terdapat zat yang bisa berpotensi merusak bulu-bulu kecil di dalam paru-paru yang disebut rambut silia. Lama-kelamaan, kandungan pada rokok tersebut bisa menyebabkan kerusakan permanen pada rambut silia dan lapisan dinding bronkus.
Saat hal ini terjadi, kotoran tersebut tidak bisa dikeluarkan dan dibuang dengan normal. Akibat dari lendir dan kotoran yang menumpuk di dalam paru-paru, maka dapat membuat sistem pernapasan menjadi lebih rentan mengalami infeksi dan akhirnya menyebabkan terjadinya gangguan pada pernapasan.
Saat mengidap penyakit ini, baik jenis bronkitis akut atau kronis, akan membuat kamu batuk secara terus-menerus. Perbedaannya, jika pada bronkitis akut batuk akan bertahan setidaknya selama 10 hari hingga beberapa minggu. Batuk akan terus berlangsung sampai kondisi saluran bronchial membaik.
Sedangkan pada bronkitis kronis, perbedaan mencolok bisa terlihat dari batuk yang lebih lama. Batuk bisa berlangsung hingga tiga bulan. Kondisi tersebut pun akan berulang hingga setidaknya dua tahun lamanya.

Ini cara mencegah dan mengobati bronkitis

Setelah mengetahui gejala dan penyebabnya, lantas bagaimana cara yang benar untuk mencegah atau mengobati penyakit bronkitis yang satu ini?
Mari kita mulai dengan cara pengobatannya. Pada sebagian besar kasus bronkitis, tidak bisa diobati dengan antibiotik. Namun, tidak menutup kemungkinan dokter akan memberikan resep antibiotik. Walaupun hal tersebut sangat jarang.
Selain itu, pada beberapa kasus, dokter akan memberikan resep obat batuk. Biasanya, obat batuk diberikan pada saat pasien mengalami batuk parah hingga kesulitan untuk tidur.
Obat lain yang mungkin juga direkomendasikan yaitu
inhaler
. Hal ini biasanya dilakukan untuk pasien yang memiliki alergi tertentu, asma, atau penyakit paru-paru kronik lainnya.
Umumnya, bronkitis bisa diatasi dengan mudah di rumah. Namun, kondisi ini bisa semakin parah dan perlu perawatan di rumah sakit. Kamu harus segera ke rumah sakit jika:
·
Batuk yang dialami semakin parah dan bisa bertahan hingga lebih dari tiga minggu.
·
Mengalami batuk berdahak yang diikuti dengan darah serta demam tinggi selama lebih dari tiga hari.
·
Mengidap penyakit paru-paru atau jantung yang merupakan penyebab dasarnya. Misalnya, penyakit asma atau gagal jantung.
Pengobatan bronkitis akut yang disarankan yaitu, minum banyak cairan dan juga banyak istirahat. Bronkitis akut biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
Sedangkan untuk bronkitis kronis, biasanya penderita akan diminta untuk melakukan terapi pernapasan. Selain itu, penderita hanya akan diminta untuk melakukan perawatan di rumah. Perawatan tersebut biasanya berupa:
·
Minum banyak air untuk membantu mengencerkan lendir atau dahak.
·
Lebih banyak beristirahat.
·
Menggunakan humidifier atau pelembap udara. Hal ini membantu untuk mengencerkan lendir.
·
Mandi menggunakan air hangat. Sama dengan pelembap udara, hal ini juga dapat membantu mengencerkan dahak sehingga meringankan batuk.
·
Memulai pola hidup sehat, seperti berhenti merokok.
Untuk mencegah risiko terkena penyakit bronkitis, kamu dapat melakukan hal berikut ini:
·
Tidak merokok dan jauhi asap rokok.
·
Jaga kebersihan dengan rajin cuci tangan.
·
Kenakan masker saat berada di lingkungan dengan udara yang kurang baik.
Selain melakukan hal-hal di atas, perlu diingat bahwa ada beberapa faktor dengan risiko lebih rentan terkena penyakit ini. Beberapa faktor tersebut antara lain:
·
Perokok wanita, lebih berisiko terkena bronkitis dibanding pria.
·
Penderita asma.
·
Sistem imun yang lemah serta memiliki riwayat keluarga dengan penyakit paru-paru.
Jadi, untuk terhindar dari terserangnya penyakit bronkitis, lakukan langkah-langkah pencegahan, ya. Selain menjaga pola hidup dengan tidak merokok, pastikan kamu juga telah memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari. Tentunya hal ini bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan-makanan yang sehat dan bergizi setiap hari. Kamu bisa memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan dengan membeli makanan-makanan sehat di Sayurbox.
http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/08/Banner-Blog-595x335-595x335.jpg
(Siti Kamilla)
Ikuti Kami
Download Sayurbox App
Google Play
App Store
Copyright © 2022, Sayurbox