Ini 7 Cara Membuat Burger yang Lebih Sehat dan Kaya Nutrisi

Kategori

Kombinasi antara dua lapis roti, daging, keju, dan sayuran segar menjadikan burger sebagai salah satu makanan dengan komposisi gizi yang lengkap. Meski begitu, banyak yang beranggapan jika burger bukanlah makanan yang sehat. Padahal, semua itu kembali kepada jumlah kalori dan komposisi dari burger itu sendiri. Memang, kebanyakan burger yang ada saat ini kurang memperhatikan komposisi sayuran di dalamnya. Lantas, bagaimana agar burger yang kamu konsumsi bisa lebih sehat? Berikut ini adalah tujuh cara membuat burger yang lebih sehat dan kaya nutrisi.

Ini cara membuat burger yang lebih sehat

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/06/burger-4783972_1920-595x334.jpg

Cara Membuat Burger yang Lebih Sehat dan Kaya Nutrisi. (Foto: Pixabay)

1. Pilih roti burger berbahan gandum

Tidak seperti roti berbahan tepung pada umumnya, roti berbahan tepung gandum memang dikenal lebih bernutrisi dan berserat. Dua hal itu tentu baik dalam menjaga sistem pencernaan tubuh. Kandungan lain seperti vitamin, mineral, magnesium, dan folat pada tepung gandum juga dikenal lebih tinggi.

Kandungan senyawa alami lain di dalamnya juga diyakini mampu membantu menekan dan melawan perkembangan sel-sel penyebab kanker. Maka, tak heran jika roti burger berbahan gandum kerap dipilih karena dianggap lebih sehat.

2. Pilih daging rendah lemak atau ganti dengan ikan tuna dan salmon

Selain roti, elemen lain yang juga menjadi ikon dari burger tidak lain adalah daging. Awalnya, daging sapi dipilih sebagai sumber protein hewani pada makanan ini. Namun, seiring dengan perkembangannya, penggunaan daging lainnya pun kini juga banyak digunakan.

Agar lebih sehat, kamu bisa memilih bagian daging yang dikenal rendah lemak. Alternatif lainnya, kamu bisa menggunakan daging unggas rendah lemak atau menggantinya dengan daging ikan yang tinggi asam lemak esensial omega-3, seperti ikan tuna atau salmon.

Jika bosan dengan burger daging, kamu bisa juga lho membuat burger vegetarian dengan menggunakan jamur ataupun tempe sebagai pengganti daging.

3. Perhatikan beberapa hal saat memasak daging burger

Selain memilih jenis daging, proses pemasakan daging burger pun tidak kalah pentingnya. Umumnya, daging burger dimasak dengan cara pembakaran atau pemanggangan. Kedua metode tersebut memang bisa membuat daging menjadi lebih empuk dan juicy.

Namun, saat proses pemasakan berlangsung, patikan kamu menggunakan api sedang dan masak hingga daging berwarna kecoklatan. Hindari tekstur daging yang terlalu gosong karena bisa menimbun karsinogen. Tentu saja hal itu bisa menjadi pemicu risiko kanker. Nah, berikut ini adalah beberapa tips memasak daging burger.

·
Pertama, bumbui daging dengan garam, lada, atau bumbu lainnya sebelum proses pemanggangan.
·
Biarkan panggangan atau wajan panas terlebih dahulu.
·
Masak daging hingga matang pada satu sisinya terlebih dahulu, barulah balik agar sisi satunya juga matang. Cukup balik daging sekali saja.
·
Agar tekstur daging burger tetap empuk dan juicy, jangan menekan daging saat proses pemasakan.

4. Satu burger, cukup satu daging saja

Meskipun daging merupakan sumber protein yang baik, tapi bukan berarti kamu bisa mengonsumsinya secara berlebihan. Pada kenyataannya, satu porsi burger cukup menggunakan satu daging saja. Komposisi tersebut cukup untuk memenuhi gizi harian kamu.

Penggunaan daging double ataupun triple dalam satu porsi burger justru dapat menambah kalori dan lemak dalam tubuh hingga dua kali lipat banyaknya.

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/02/Banner-Blog-595x335.jpg

5. Perbanyak sayuran dan gunakan isian burger yang lebih sehat

Agar nutrisi tetap terpenuhi, pastikan burger yang kamu buat mengandung komposisi sayuran yang seimbang. Jika perlu, perbanyak sayuran rendah kalori seperti bawang, tomat, paprika, selada, timun, atau jamur untuk menjaga kalori burger tetap rendah.

Penggunaan bahan lainnya, seperti saus tomat, mayones rendah lemak, atau mungkin keju rendah lemak juga bisa kamu pertimbangkan. Contohnya, kamu bisa menggunakan keju parmesan dibandingkan keju Cheddar biasa. Sebagai perbandingan, keju Cheddar mengandung kalori lebih tinggi, yaitu hingga 113 kalori.

6. Masukkan Irisan tomat sebagai pengganti saus tomat

Seperti penjelasan sebelumnya, sebaiknya kamu menggunakan saus tomat yang rendah lemak. Jika sulit menemukannya, kamu bisa menggantinya dengan irisan tomat.

Tidak seperti saus tomat, penggunaan tomat segar diyakini lebih sehat karena mengandung kalori dan gula yang lebih rendah. Antioksidan lycopene dan vitamin C pada tomat segar juga lebih tinggi dibanding menggunakan saus tomat kemasan.

7. Tambahkan Irisan alpukat sebagai pengganti mayones

Buah tropis yang satu ini memang dikenal baik untuk kesehatan. Tidak jarang, buah ini kerap mendapat julukan sebagai “buah super”. Selain lemak nabati di dalamnya, tekstur alpukat yang lembut dan creamy juga cocok dijadikan sebagai pengganti mayones. Kandungan zat antiperadangan yang terkandung dalam alpukat, tentu tidak bisa kamu dapatkan jika menggunakan mayones.

Itulah tujuh cara membuat burger lebih sehat dan kaya nutrisi. Meskipun kamu bisa dengan mudah membeli burger di restoran fast food atau di kedai pinggir jalan, tapi jika kamu membuatnya sendiri, kamu bisa lebih mengontrol kalori dan komposisinya sesuai keinginan. Tentunya tidak hanya lebih sehat, soal kebersihannya pun sudah pasti terjamin.

Jika kamu tertarik untuk membuat burger yang sehat dan kaya akan nutrisi, kamu bisa membeli bahan-bahan untuk membuat burger tersebut di Sayurbox, lho. Yuk, cek produknya sekarang!

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/02/Banner-Blog-595x335.jpg

(Siti Kamilla)

Ikuti Kami
Download Sayurbox App
Google Play
App Store
Copyright © 2022, Sayurbox