Ternyata, Ini 18 Jenis Edible Flower yang Bisa Dimakan

Dari namanya saja, ‘edible flower’ alias bunga yang bisa dimakan. Bunga jenis ini nggak hanya berfungsi untuk hiasan tetapi pastinya aman juga untuk dikonsumsi. Edible flower jelas tidak mengandung pestisida. Cara penanamannya pun harus hati-hati agar jauh dari asap kendaraan, karena asapnya bisa terserap dan bunga menjadi tidak bisa dikonsumsi lagi.
Dalam dunia kuliner penggunaan bunga dalam penyajian makanan dan untuk konsumsi terbilang lumrah dan sudah lama dilakukan.  Tujuannya sendiri yaitu untuk menambah estetika penyajian, serta menambahkan rasa pada hidangan tersebut. Penasaran apa sajakah bunga yang bisa dimakan tersebut? Berikut ini adalah 18 jenis edible flower yang bisa dimakan.

Jenis edible flower yang bisa dimakan

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2017/03/waffle-2144006_1920-595x350.jpg
Jenis-jenis Edible Flower yang Bisa Dimakan. (Foto: Pixabay)

1. Geranium (Geranium pelargonium)

Edible flower yang pertama yaitu bunga geranium. Bunga ini memiliki beberapa variasi warna, seperti merah muda, peach, dan merah. Biasanya, bunga ini digunakan untuk penyajian makanan manis, seperti sorbet, es krim, dan aneka dessert lainnya. Rasa bunganya sendiri terbilang unik, yaitu perpaduan antara mawar, lemon, dan pala.

2. Borage (Borago officinalis)

Bunga borage memiliki perpaduan rasa antara mint dan timun. Bunga bernama lain starflower ini berbentuk bintang dengan warna biru, dan beberapa juga berwarna pink. Nah, untuk penyajiannya sendiri, bunga ini lebih sering digunakan untuk hidangan bercita rasa gurih, terutama hidangan laut.

3. Nasturtium (Tropaeolum majus)

Bunga nasturtium memiliki rasa sedikit pedas seperti merica. Biasanya, bunga ini digunakan sebagai garnish, khususnya untuk hidangan berbahan pasta. Beberapa chef biasanya juga mencampurkan dengan minyak tumbuhan dan menjadikannya nasturtium infused oil.

4. Butterfly blue pea (Clitoria ternatea)

Di Indonesia, bunga ini lebih dikenal dengan nama bunga telang. Bunga berwarna biru cerah ini biasa digunakan sebagai pewarna alami makanan dan minuman. Tidak seperti bunga sebelumnya, bunga telang cenderung tawar, sehingga cocok untuk hidangan manis maupun asin. Selain itu, bunga ini biasanya juga dikeringkan untuk dijadikan teh.

5. Snapdragon (Antirrhinum majus)

Rasa dan aroma bunga ini tidak selalu sama. Percaya tidak percaya, hal itu dipengaruhi dari kondisi tanah atau media tanamnya. Biasanya, snapdragon digunakan sebagai garnish ataupun dikombinasi dalam cheese platter.

6. Pansy (Viola x wittrockiana)

Bunga pansy memiliki warna yang beragam. Untuk rasanya sendiri, bunga ini mirip dengan selada, hanya saja sedikit lebih manis. Daun ini bisa digunakan untuk berbagai hidangan, baik yang bercita rasa manis maupun gurih.

7. Dahlia pompone (Dahlia pompon)

Rasa dahlia pompone cukup bervariasi, terkadang seperti water chestnut, apel, bahkan wortel. Bunga ini biasa digunakan untuk appetizer dan dessert. Terkadang, bunga ini juga digunakan sebagai campuran cocktail, hiasan puding hingga kue pernikahan.

8. French marigold (Tagetes patula)

Seringkali bunga ini digunakan pada makanan yang membutuhkan rasa dan aroma saffron. Dipilihnya bunga ini sebagai alternatif rasa dan aroma tersebut tidak lain karena memiliki kemiripan dengan saffron.
Meskipun secara fisik tidak memiliki warna secerah saffron. Umumnya, french marigold digunakan untuk makanan bercita rasa asin, seperti sup ataupun salad.
Ingin mencoba edible flower untuk masakanmu? Yuk, beli edible flower segar di Sayurbox. Cek produknya dengan klik tombol “Belanja” di bawah ini, ya!

9. Miniature roses

Bunga ini merupakan salah satu jenis mawar. Untuk rasa dan aromanya, tentu memiliki perbedaan yang mencolok dengan bunga mawar lainnya. Maka tak heran, bunga ini kerap digunakan sebagai hiasan pada cake ataupun untuk kebutuhan plating. Untuk minuman, bunga ini biasa dibekukan dalam es batu, kemudian disajikan sebagai cocktail.

10. Dianthus (Dianthus barbatus)

Bunga dianthus memiliki rasa yang cukup unik, yaitu lembut namun memiliki sedikit rasa pedas cengkeh. Terkadang, ada juga yang memiliki rasa cenderung tawar. Karena dominan rasanya yang cenderung netral, bunga ini cocok untuk hidangan bercita rasa asin dan gurih seperti sup, gorengan, seafood, ataupun salad.

11. Impatiens (Impatiens walleriana)

Di Indonesia, bunga ini lebih dikenal dengan nama pacar air. Bunga dengan ciri fisik garis putih di tengah kelopaknya ini memiliki rasa yang cenderung manis. Maka tak heran, bunga ini juga disajikan pada hidangan manis, seperti dessert ataupun minuman manis.

12. Begonia (Begonia cucullata)

Rasanya yang mirip apel membuat bunga begonia kerap disebut sebagai sebagai apple blossom flower. Meski rasanya unik, namun kamu tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Hal ini dikarenakan, kandungan oxalic acid (asam oksalat) di dalamnya yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti batu ginjal dan menimbulkan rasa nyeri.

13. Torenia (Torenia fournieri)

Bunga torenia memiliki warna yang cukup beragam. Biasanya, bunga berwarna cerah ini digunakan sebagai penghias makanan agar tampilan hidangan lebih cantik dan menarik. Seringnya, bunga ini juga digunakan sebagai campuran salad ataupun pada makanan yang manis dan gurih.

14. Gomphrena (Gomprena globosa)

Rasa bunga gomphrena yang cenderung manis namun dengan tekstur yang renyah, membuat bunga dengan kandungan kaya vitamin C dan E ini cocok digunakan sebagai teh. Biasanya, bunga ini diolah terlebih dahulu dengan cara dikeringkan sebelum diolah menjadi teh.

15. Egyptian star flowers (Pentas lanceolata)

Sedikit berbeda dengan jenis borage sebelumnya, bunga egyptian star flower ini memiliki rasa yang lembut dan sedikit grassy, yaitu aroma dan rasa seperti rumput segar. Teksturnya yang renyah, membuat bunga ini kerap digunakan untuk berbagai jenis hidangan masakan.

16. Rose petal (Rosa spp.)

Rose petal bisa dibilang sebagai salah satu edible flower yang cukup populer. Tidak hanya diolah untuk makanan, bunga ini juga digunakan untuk kebutuhan minuman. Bagian yang kerap dimanfaatkan yaitu kelopaknya. Bisanya, bagian ini diolah sebagai campuran sirup, selai, jeli, ataupun permen.

17. Bunga melati

Jenis bunga ini lazim digunakan untuk tujuan dekorasi acara pernikahan, khususnya pernikahan tradisional. Bunga dengan kandungan indole, linalcohol, asetat benzilic, alkohol benzilic, dan jasmon ini ternyata bisa dikonsumsi sebagai detoksifikasi alami dan membantu menurunkan berat badan. Biasanya, bunga melati juga digunakan sebagai teh, yaitu dengan cara mengeringkannya terlebih dahulu.

18. Bunga turi

Beberapa masyarakat di pulau Jawa tentu kerap menggunakan bunga turi untuk tujuan konsumsi. Misalnya sebagai lalapan hingga pelengkap pada hidangan pecel. Tidak hanya itu saja, bunga ini juga umum digunakan sebagai obat sariawan, yaitu dengan cara merebusnya dan berkumur menggunakan air rebusan tersebut.
Nah, itulah 18 jenis edible flower yang bisa dimakan. Meski kebiasaan ini terbilang asing, namun mengonsumsi bunga bukanlah hal yang dilarang. Bahkan, kebiasaan ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Eropa saja, tapi juga di beberapa kawasan Asia termasuk Indonesia. Hanya saja, kamu tetap harus berhati-hati dan cermat dalam memilihnya. Karena tidak semua bunga aman untuk dikonsumsi.
Bagi kamu yang penasaran ingin mencoba salah satu dari edible flower, kamu bisa mengeceknya di Sayurbox. Yuk, cek produknya sekarang!
(Siti Kamilla)