Ternyata Ini 4 Alasan Kenapa Jamur Truffle Harganya Mahal

Saat berkunjung ke restoran mahal, pastinya kamu pernah menemukan hidangan yang dibanderol dengan harga fantastis, bukan? Mahalnya hidangan tersebut, salah satunya dikarenakan harga bahan bakunya yang juga tinggi. Contohnya seperti jamur truffle. Untuk kamu yang sudah pernah mendengar tentang jamur ini, pastinya tahu tentang harga banderolnya yang sangat fantastis. Bahkan, jamur truffle diklaim sebagai jamur termahal di dunia. Ada beberapa alasan mengapa jamur truffle dibanderol dengan harga tersebut. Eksistensi jamur ini sebenarnya sudah cukup lama. Namun, salah satu juri MasterChef Indonesia, Chef Arnold, sempat membuat khalayak heboh karena memiliki jamur ini di dalam kulkas miliknya. Sebagai gambaran, untuk beberapa kilogramnya saja, jamur ini ditaksir hingga mencapai harga puluhan bahkan ratusan juta lebih. Nah, untuk kamu yang penasaran mengapa harganya bisa setinggi itu, berikut ini adalah empat alasan kenapa jamur truffle harganya begitu mahal.

Inilah Alasan Kenapa Jamur Truffle Harganya Mahal

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2021/02/truffle-4150670_1920-595x397.jpg
Alasan Kenapa Jamur Truffle Harganya Mahal. (Foto: Pixabay)

1. Berasal dari daratan Eropa

Awalnya, penyebaran jamur truffle cukup terbatas. Meskipun kini bisa ditemukan di lebih dari 36 negara, namun tetap saja keberadaannya masih cukup langka dan terbatas. Bagi kamu yang tinggal di kawasan di luar Eropa, tentu akan sulit menemukan jamur yang satu ini.
Berdasarkan jenisnya, jamur ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu jamur truffle hitam dan truffle putih. Untuk truffle hitam atau yang dikenal dengan nama
Tuber melanosporum
, umumnya tumbuh subur dan bisa ditemui wilayah Perigord, yaitu kawasan barat daya Prancis, khususnya saat bulan September hingga Desember.
Lain lagi dengan truffle putih. Jamur ini biasa ditemukan di Piedmont, kawasan utara Italia, tepatnya di pedesaan sekitar Alba. Jenis jamur ini bernama latin
Tuber magnatum
. Jenis jamur truffle juga biasa ditemukan saat musim dingin dan musim gugur terjadi.

2. Tumbuh secara alami dan sulit dibudidayakan

Jamur truffle merupakan jamur yang tumbuh secara alami. Dengan kata lain, jamur ini merupakan jamur liar di alam bebas. Pembudidayaannya pun terbilang sulit.
Untuk bisa membudidayakannya, maka kamu harus terlebih dahulu menanam pohon ek, poplar, beech, atau hazel sebagai habitat alami jamur ini. Biasanya, jamur ini sering ditemukan dan tumbuh subur di bawah pohon-pohon tersebut.
Sampai saat ini, belum ada pemberitaan yang menyebutkan jika ada yang sukses melakukan pembudidaya pada jamur tersebut. Artinya, salah satu pasokan atau
supply
jamur truffle masih dilakukan dengan cara memetiknya langsung dari alam. Hal ini jugalah yang menjadi alasan mengapa jamur ini memiliki harga yang tinggi.

3. Masa panen yang lama

Masa panen jamur truffle terbilang lama. Setidaknya, diperlukan empat hingga tujuh tahun sebelum truffle pertama muncul. Terlebih lagi, tidak semua pohon ek bisa menghasilkan jamur truffle.
Jika pun muncul, belum tentu jamur tersebut bisa tumbuh hingga benar-benar siap dipanen. Ada banyak faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan kesuburan jamur yang satu ini. Namun, faktor yang cukup berpengaruh yaitu kandungan hara tanah dan kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Tak hanya itu, persaingan mencari jamur ini juga tidak hanya dilakukan oleh sesama manusia. Beberapa hewan liar, seperti kelinci, rusa, bahkan babi liar juga menjadikan jamur ini sebagai pangannya.

4. Memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan

Di balik harganya yang mahal, jamur ini juga menyimpan beberapa manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Mulai dari memperlancar peredaran darah, mengobati sakit kepala, hingga membantu pembentukan massa otot tubuh.
Bahkan, jamur berharga fantastis ini juga diklaim bisa membantu mencegah timbulnya sel kanker. Manfaat antioksidan dan antiinflamasi di dalamnya dipercaya bisa menjadi pencegah alami munculnya sel kanker dalam tubuh.
Cara kerja kedua zat tersebut yaitu dengan menekan pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Dengan begitu, perlahan tubuh akan menjadi resisten terhadap sel tersebut.
Selain jamur truffle, kamu bisa mencoba berbagai jenis jamur lainnya yang tidak kalah enaknya juga,
lho
.

Lantas, Berapa Harga Jamur Truffle Saat Ini?

Harga jamur truffle sendiri cenderung berubah dan fluktuatif. Selain keterbatasan stok, kualitas dan kesegaran jamur juga menjadi pertimbangannya.
Jika melihat dari jenisnya, harga truffle putih biasanya dibanderol lebih mahal dibanding dengan yang berwarna hitam. Sebagai gambaran, jamur truffle hitam memiliki harga termurah mulai dari Rp5,6 juta lebih per 450 gram. Sedangkan harga jamur truffle putih bisa mencapai Rp31 juta lebih dengan berat yang sama.
Bahkan, harga jamur ini pernah melesat tinggi hingga miliaran. Tercatat, jamur tersebut pernah terjual dengan harga Rp1,5 miliar dengan berat 850 gram. Transaksi tersebut terjadi di Alba, Italia. Kala itu, pembelinya merupakan seorang warga negara Hongkong.
Nah
, itulah empat alasan mengapa jamur truffle dibanderol dengan harga yang mahal. Jika melihat harganya yang fantastis, mungkin para pembelinya harus berpikir beberapa kali sebelum benar-benar yakin ingin mencicipi jamur yang satu ini. Bagaimana dengan kamu? Tertarik untuk mencobanya?
Selain jamur truffle, kamu bisa mencoba jenis jamur lainnya yang tidak kalah enaknya juga,
lho
. Kamu bisa membeli jamur-jamur tersebut di Sayurbox.
(Siti Kamilla)
Ikuti Kami
Download Sayurbox App
Google Play
App Store
Copyright © 2022, Sayurbox