9 Ragam Jenis Daging Steak, Mana Nih yang Rasanya Paling Enak?

Hobi makan steak? Nah, kalau Sayurfriends suka makan steak berarti wajib tahu kalau daging yang digunakan berbeda-beda jenisnya. Jadi kalau makan di restoran, Sayurfriends gak akan salah pesan dan bisa dapat rasa steak paling mantap. Langsung saja catat nih ragam jenis daging steak dengan karakteristiknya masing-masing.

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/jenis-daging-steak-595x335.jpg

1. Tenderloin

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/tanderloin-595x335.jpg

Pertama ada tenderloin yang jadi salah satu jenis daging steak paling populer. Daging ini terletak di bagian tengah badan sapi dan hampir selalu ada di setiap restoran. Banyak disukai karena daging ini punya tekstur yang paling lembut atau mild. Jika dibandingkan dengan daging lainnya, bagian ini paling mudah untuk dinikmati karena mudah dikunyah dan ditelan.

Teksturnya yang lunak membuat tenderloin ini juga sangat mudah untuk dimarinasi. Jadi bumbu marinasi bisa lebih mudah meresap ke dalam bagian daging dan membuat rasanya jadi jauh lebih enak. Tapi catat juga ya, daging jenis ini punya harga yang terbilang pricy. Selain itu biasanya tenderloin juga disajikan dalam ukuran yang kecil jadi akan terasa semakin mahal.

2. Sirloin

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/sirloin-595x335.jpg

Ada tenderloin, ada juga sirloin. Sirloin ini merupakan bagian daging has luar. Dibandingkan tenderloin, sirloin punya otot yang lebih banyak jadi teksturnya juga jauh lebih keras. Hanya saja daging tipe ini masih punya serat daging yang terbilang halus. Itulah yang menyebabkan sirloin masih cocok untuk disajikan dalam bentuk steak dan masih bisa dinikmati.

Jika tenderloin terbilang pricy maka berbeda dengan sirloin yang harganya cukup ramah di kantong. Sirloin ini disebut sebagai daging steak dengan harga yang paling mura. Teksturnya mungkin sedikit lebih keras tapi punya cita rasa yang sangat gurih dan juicy. Ini disebabkan adanya lapisan lemak atau fat marbling yang lebih banyak pada daging sirloin.

3. Flank

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/flank-595x335.jpg

Pernah dengar belum daging flank? Jenis daging steak satu ini didapatkan dari bagian otot perut sapi. Dari segi bentuknya, bisa dikenali flank ini berbentuk panjang dan datar. Tidak sama seperti tenderloin dan sirloin, jenis daging ini tidak begitu mudah dijumpai di restoran-restoran. Jadi terbilang cukup unik dan peminatnya juga kurang begitu banyak.

Flank itu sendiri punya tekstur yang kurang lembut, apalagi jika dibandingkan tenderloin. Namun teknik pengolahan yang tepat akan sangat membantu daging ini terasa jauh lebih lezat dengan tekstur yang lebih lunak. Biasanya jenis daging ini akan dimasak dengan tingkat kematangan maksimal medium rare untuk mendapat rasa terbaik.

4. Salisbury

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/salisbury-595x335.jpg

Terdengar asing ya nama daging steak yang satu ini? Padahal jenis daging ini sangat umum dikonsumsi di Indonesia. Salisbury merupakan jenis daging sapi yang sudah diolah atau sudah mengalami proses pengolahan sebelumnya baru disajikan dalam bentuk makanan berbeda. Salah satu contoh mudahnya adalah daging yang biasa ditemui di dalam burger.

Salisbury ini tidak membutuhkan perlakuan khusus dan waktu pengolahannya juga tidak lama karena memang sudah pernah diolah sebelumnya. Catat juga ya, salisbury dikenal sebagai jenis daging yang berkualitas rendah tapi tetap enak kok dimakan. Selain biasa dipakai dalam burger, salisbury juga sering disajikan dalam bentuk steak dan biasanya orang-orang menyebutnya dengan hamburger steak.

5. Wagyu

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/wagyu-595x335.jpg

Nah, kalau jenis daging steak yang satu ini Sayurfriends pasti sudah sering dengar ya? Daging wagyu sangat populer di kalangan masyarakat apalagi yang suka makanan high-end. Jenis daging ini dibanderol dengan harga mahal dan biasanya hanya tersedia di restoran-restoran tertentu.

Kenapa bisa mahal? Wagyu adalah potongan daging sapi dimana ada proses genetik yang terjadi di dalam tubuh sapi tersebut. Perawatan sapinya juga berkualitas tinggi sehingga dihasilkan daging wagyu yang sangat lembut dan warnanya lebih bersih. Daging ini punya kandungan lemak tak jenuh yang sangat tinggi. Saat diolah jadi steak, daging jenis ini menghasilkan rasa sangat gurih dan juicy.

6. Rib Eye

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/rib-eye-595x335.jpg

Lanjut ke jenis daging berikutnya yaitu rib eye. Tipe daging ini cukup mudah dijumpai di berbagai restoran. Rib eye adalah daging yang didapatkan dari potongan tulang rusuk sapi. Jenis daging ini sangat populer karena rasanya enak, juicy, dan teksturnya juga terbilang lembut. Sebanding dengan kualitas, harga rib eye juga terbilang cukup mahal.

Nah, ternyata daging rib eye ini punya kandungan lemak total yang begitu banyak. Itulah mengapa rib eye punya aroma yang jauh lebih nikmat. Teksturnya pun terasa lebih lunak dan juicy. Jenis daging ini memang sangat cocok untuk disajikan dalam bentuk steak. Jika Sayurfriends kesulitan menemukan rib eye di daftar menu, coba cari saja nama lainnya yaitu fillet scotch steak.

7. T-bone

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/t-bone-595x335.jpg

Lanjut lagi ke jenis daging bernama T-bone. Tipe daging ini didapatkan dari potongan tulang pinggang pendek seekor sapi. Disebut T-bone karena daging ini punya tulang pemisah yang bentuknya seperti huruf T. Tulang tersebut memisahkan bagian tenderloin dengan bagian daging pinggang atas sapi yang ukurannya jauh lebih besar.

Dari segi tekstur, T-bone punya kemiripan dengan sirloin. Teksturnya memang jauh lebih keras jika disajikan dalam bentuk steak. Itulah mengapa dibutuhkan teknik pengolahan yang tepat supaya daging ini bisa terasa nikmat saat dikonsumsi. Dari segi harga juga jauh lebih terjangkau dari tipe-tipe daging yang lain. Jadi bukan hal aneh jika jenis daging ini cukup mudah dijumpai di banyak lokasi restoran.

8. Porterhouse

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/Porterhouse-595x335.jpg

Beralih ke jenis daging steak berikutnya bernama porterhouse. Jenis daging ini berukuran besar dan diambil dari bagian ujung tebal pinggang pendek sapi. Bagian tersebut masih menyisakan tulang dari T-bone dan ada bagian kecil daging tenderloin. Perlu dicatat nih ya, kalau porterhouse itu adalah salah satu jenis daging steak paling populer dan banyak diminati di dunia.

Ukuran daging porterhouse besar dan teksturnya juga terbilang empuk. Sangat pas disajikan dalam bentuk steak dengan paduan saus yang lezat. Jika Sayurfriends seringkali kurang kenyang makan daging steak biasa, coba saja jenis daging yang satu ini. Porsinya memuaskan dan rasa dari dagingnya itu sendiri juga sangat lezat.

9. Tomahawk

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/Tomahawk-595x335.jpg

Lanjut ke daging tomahawk. Ini adalah jenis daging yang dari segi tekstur dan rasa mirip sekali dengan rib eye. Sebenarnya bukan hal yang aneh karena dua jenis daging tersebut memang diambil dari bagian yang sama yaitu dari tulang rusuk sapi. Jadi memang cukup sulit untuk membedakan mana tomahawk dan rib eye, apalagi bagi orang awam.

Salah satu perbedaannya adalah tomahawk ini membawa tulang di dalam potongannya. Jadi jika disajikan dalam bentuk steak ya masih ada tulangnya. Cocok nih buat Sayurfriends yang suka makan tulang karena memang sensasinya sungguh nikmat.

Nah, itu tadi beragam jenis daging steak yang bisa Sayurfriends jumpai di berbagai lokasi restoran. Ternyata ada banyak ya pilihan variannya. Kira-kira mana nih yang rasanya paling enak menurut Sayurfriends? Jangan sampai salah pesan lagi, ya!

Ikuti Kami
Download Sayurbox App
Google Play
App Store
Copyright © 2023, Sayurbox