Ibu Wajib Tahu, Ini 9 Aturan Minum Madu untuk Anak

Seperti yang kita ketahui, madu memiliki segudang manfaat yang baik untuk tubuh. Bukan hanya baik untuk orang dewasa, madu juga baik digunakan untuk memelihara kesehatan anak, membantu menjaga daya tahan tubuh, dan membantu proses penyembuhan saat anak sakit. Sejak dulu, madu dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit, seperti batuk, diare, hingga asma. Walau begitu, bukan berarti kamu dapat sesuka hati mengonsumsi madu. Apabila meminum madu secara berlebihan, tentu akan berisiko pada kesehatan, khususnya pada si kecil. Nah, agar tidak salah, berikut ini adalah sembilan aturan minum madu untuk anak yang perlu kamu ketahui.

Ini aturan minum madu untuk anak

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/04/alexander-mils-nesUgwNX3u4-unsplash-595x394.jpg
Aturan Minum Madu untuk Anak yang Wajib Ibu Tahu. (Foto: Pixabay)

1. Perhatikan takarannya

Salah satu hal penting yang perlu kamu ketahui yaitu adanya kandungan gula di dalam madu. Meskipun secara umum madu lebih aman dikonsumsi daripada gula biasa, ternyata madu juga dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Jadi, sebelum memberi madu untuk si kecil, perhatikan takaran yang harus diberikan.
Data dari Dietary Guidelines for Americans (2015-2020) mengatakan bahwa takaran gula yang disarankan lebih rendah dari 10 persen kalori yang dikonsumsi setiap hari. Oleh karena itu, konsumsi madu sebaiknya tidak berlebihan, terutama bagi anak-anak.

2. Perhatikan waktu terbaiknya

Waktu terbaik untuk minum madu adalah ketika perut kosong di pagi hari. Jika dikonsumsi pada waktu tersebut, madu akan berinteraksi dengan enzim yang ada di dalam perut secara maksimal. Selain itu, madu juga akan menunjang aktivitas tubuh dan otak si kecil selama beraktivitas seharian.

3. Tidak boleh diberikan untuk anak di bawah 1 tahun

Walaupun kandungan madu sangat baik untuk kesehatan. Namun, madu mengandung bakteri Clostridium botulinum yang mana anak berusia di bawah 1 tahun belum cukup kuat untuk menerima bakteri tersebut. Banyak penelitian menyatakan bahwa tingkat kematian akibat Clostridium botulinum adalah 1,3%. Selain itu, meskipun madu sudah dipanaskan, namun kandungan spora pada bakteri Clostridium botulinum tetap tidak akan mati.
Bakteri tersebut dapat menyebabkan terjadinya risiko penyakit botulisme pada bayi. Botulisme adalah penyakit yang disebabkan racun dari spora Clostridium botulinum. Racun ini menyerang saraf tulang belakang dan otot sehingga menyebabkan kelumpuhan. Oleh karena itu, madu sangat tidak dianjurkan diberikan pada anak di bawah 1 tahun, ya.

4. Tidak diminum dengan air panas

Air hangat memang baik untuk tubuh, apalagi jika sedang sakit maupun batuk. Namun, berbeda dengan pemberian madu. Madu dianjurkan untuk diberikan sebagai minuman yang dilarutkan dengan air dingin atau air biasa, bukan dengan air hangat apalagi panas. Hal tersebut dilakukan agar enzim yang terdapat dalam madu tetap bagus. Bahkan akan lebih baik jika mengonsumsi madu secara langsung dan tanpa ada tambahan apapun.

5. Jangan menyimpan madu di dalam kulkas

Agar kandungan madu tetap baik, sebaiknya jangan simpan madu di dalam kulkas. Hal ini dikarenakan, ketika madu disimpan dalam kulkas, madu akan menjadi bergas dan kadar airnya tinggi sehingga menyebabkan terjadi fermentasi. Untuk itu, ada baiknya madu disimpan pada suhu ruangan atau kamar.
Ingin menerapkan aturan minum madu untuk anak ini? Kamu bisa membeli madu segar dan berkualitas di Sayurbox. Sayurbox menjual madu dan kebutuhan makanan sehat lainnya. Yuk, cek produknya sekarang juga!
http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/02/Banner-Blog-595x335.jpg

6. Madu yang sudah dibuka harus cepat dihabiskan

Selanjutnya, madu yang sudah dibuka ada baiknya harus segera dihabiskan dalam 1 atau 2 bulan. Jika ingin lebih dari 2 bulan, disarankan untuk diletakkan pada suhu kamar atau ruangan.

7. Madu ditutup dengan rapat

Cara menyimpan madu pun harus diperhatikan, ya. Madu yang sudah dibuka, selain harus cepat dihabiskan juga harus ditutup kembali dengan rapat. Jangan sampai ada udara yang masuk ke dalam madu karena bisa menyebabkan bergas. Untuk itu, simpanlah madu di dalam wadah yang kedap udara agar tidak ada gas yang masuk sama sekali.

8. Madu diberikan dengan sendok plastik

Saat memberikan madu untuk anak, jangan memberikan atau mengambilnya dengan menggunakan sendok stainless. Gunakanlah sendok plastik maupun kayu karena sendok stainless dapat menyebabkan korosi.

9. Jangan mengambil madu dengan sendok yang sudah terkena mulut

Selain itu, hindari juga mengambil madu dengan sendok yang sama dengan sendok yang sudah terkena mulut, ya. Hal tersebut dikarenakan, dapat merusak kandungan madu tersebut. Untuk itu, saat akan memberikannya pada anak, ambil madu dengan menggunakan sendok yang masih bersih.
Nah, itulah sembilan aturan minum madu untuk anak yang perlu kamu ketahui. Jadi, pemberian madu untuk anak harus diberikan sesuai anjuran, ya. Begitu pula cara penyimpanannya. Sebelum membeli madu, ada baiknya perhatikan juga komposisinya. Karena saat ini, ada banyak sekali madu campuran atau palsu yang dijual di pasaran. Terkadang, madu yang dijual lebih banyak mengandung pemanisnya dibandingkan dengan madunya sendiri. Jadi, hati-hati, ya.
Jika kamu mencari madu dengan komposisi terbaik, kamu bisa menemukannya di Sayurbox. Sayurbox menjual madu dan kebutuhan makanan sehat lainnya. Yuk, cek produknya sekarang juga!
http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/02/Banner-Blog-595x335.jpg