8 Cara Merawat Organ Intim Wanita, Biar Tetap Bersih dan Terjaga Kesehatannya

Sebagai seorang wanita, sudah barang tentu kebersihan organ intim menjadi salah satu hal yang harus Sayurfriends kedepankan. Jika organ intim tak dirawat dan dijaga kebersihannya dengan saksama, maka akan bisa memicu munculnya masalah pada organ intim, seperti tumbuhnya jamur. Sayurfriends bisa intip cara merawat organ intim wanita tersebut lewat ulasan di bawah ini.

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/cara-merawat-organ-intim-wanita-595x335.jpg

1. Pastikan Celana Dalam dalam Kondisi Kering

Jagalah organ intim dengan memastikan celana dalam yang dikenakan dalam kondisi kering alias gak lembap. Umumnya, celana dalam menjadi lembap karena adanya sisa air yang masih melekat di area organ intim setelah buang air kecil ataupun besar. Agar tetap bisa kering, Sayurfriends dianjurkan untuk mengelap area sekitar organ intim dengan tisu, setelah buang air kecil.

Selain dengan mengelap area organ intim untuk menghindari lembapnya celana dalam, usahakan juga untuk mengganti celana dalam secara teratur saat produksi keringat sedang berlebih. Produksi keringat berlebih bisa memicu lembapnya celana dalam, maka dari itu, usahakan untuk langsung mengganti celana dalam saat Sayurfriends merasakannya sudah mulai lembap.

2. Jangan Bersihkan dengan Sabun

Bagaimana selama ini Sayurfriends membersihkan organ intim? Jika selama ini Sayurfriends membersihkannya dengan sabun yang juga digunakan untuk mandi, maka baiknya hentikan kebiasannya tersebut mulai dari sekarang. Sabun mandi berpotensi memiliki kandungan kimia seperti gliserol, parfum, dan antiseptik, yang akan mengganggu keseimbangan bakteri baik di organ intim.

Cara membersihkan organ intim dengan sabun juga gak direkomendasikan karena kandungan sabun berpotensi untuk mengubah pH di area organ intim tersebut. Jika terjadi perubah pH, maka akan bisa memicu iritasi dan berujung pada perkembangan bakteri yang gak sehat di area organ intim. Alih-alih menggunakan sabun, cukup bersihkan organ intim dengan pakai air hangat.

3. Hindari Penggunaan Produk Pembersih Organ Intim

Gak bisa dipungkiri kalau sekarang ini banyak produk pembersih dan pengharum organ intim yang dijual. Meskipun produk ini cukup menarik untuk dibeli, namun penggunaannya malah bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada organ intim. Produk pembersih organ intim yang berupa scrup juga berisiko membuat lapisan kulit di area organ intim menjadi terkelupas.

4. Hindari Penggunaan Pakaian yang Ketat

Cara merawat organ intim wanita selanjutnya adalah dengan tidak menggunakan pakaian dalam, terkhusus celana, yang ketat. Celana yang ketat akan menyebabkan tidak lancarnya sirkulasi udara dari dan ke dalam organ intim, sehingga memicu keringat berlebih di area tersebut. Kondisi yang lembap karena keringat berlebih akan memicu tumbuhnya bakteri dan jamur.

Jika memang Sayurfriends gak bisa menghindari untuk tidak menggunakan pakaian dengan bahan yang ketat, seperti spandeks dan kulit, usahakanlah untuk gak menggunakannya dalam waktu yang lama. Sayurfriends bisa biasakan untuk menggunakan pakaian yang terbuat dari bahan katun, yang memang terbukti bisa menjaga kelancaran sirkulasi udara dari dan ke luar tubuh.

5. Terapkan Cara Mengelap Organ Intim yang Tepat

Meskipun terdengar sepele, namun cara mengelap organ intim bisa berpengaruh pada kesehatan organ intim, loh! Cara mengelap organ intim yang tepat adalah memulai dari arah depan, lalu lanjut ke arah belakang atau ke arah anus. Arah mengelap yang seperti ini akan menghindari berpindahnya bakteri dari anus ke arah organ intim.

6. Hindari Douching

Douching merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh sebagian orang untuk membersihkan organ intimnya. Aktivitas ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut douche, yang mana alat ini akan menyemprotkan cairan ke arah dalam organ intim, untuk bisa membersihkan cairan organ intim tersebut.

Meskipun terdengar meyakinkan sebagai cara untuk merawat organ intim, namun douching gak begitu direkomendasikan dalam hal perawatan organ intim. Salah satu alasannya adalah karena cairan douching mengandung senyawa kimia tertentu yang bisa mengganggu pH organ intim. Ujung-ujungnya, pertumbuhan bakteri yang dibutuhkan pada organ intim pun akan terganggu.

7. Jangan Potong Habis Rambut Kemaluan

Sebagian dari Sayurfriends mungkin merasa gak nyaman dengan rambut kemaluan yang tumbuh lebat, sehingga memutuskan untuk memotong atau mencukur habisnya. Meskipun kelihatannya bersih, namun mencukur habis rambut kemaluan sama sekali gak direkomendasikan. Hal ini disebabkan karena rambut kemaluan bermanfaat untuk melindungi organ intim dari bakteri.

Jika memang ingin menjaga kerapian dan kebersihan rambut kemaluan, cukur atau potonglah secukupnya saja, dengan tetap menyisakan rambut kemaluan tersebut. Ingatlah juga untuk menggunakan gunting atau alat cukur yang higienis, agar gak memunculkan risiko berpindahnya bakteri dari alat tersebut pada organ intim.

8. Ganti Pembalut Setiap 4 hingga 6 Jam Sekali

Seberapa sering Sayurfriends mengganti pembalut saat sedang menstruasi? Penggantian pembalut yang direkomendasikan adalah setiap 4 hingga 6 jam sekali. Penggantian yang lebih cepat, yakni setiap 3 hingga 4 jam sekali, juga disarankan, jika darah haid yang dikeluarkan tergolong lebih banyak dibandingkan darah haid biasanya.

Penggantian pembalut secara rutin setelah beberapa jam sekali ini dilakukan untuk mencegah munculnya ruam kemerahan pada area organ intim, berikut dengan aroma yang gak sedap. Kondisi yang seperti ini bisa memicu terjadinya infeksi pada organ intim. Oleh sebab itu, jika ingin organ intim terawat dengan baik, jangan malas untuk mengganti pembalut saat haid.

Yuk jaga kebersihan organ intim Sayurfriends agar bisa tetap sehat, dengan mengikuti 8 cara merawat organ intim wanita yang disebutkan di atas. Jadikan kesehatan organ intim sebagai prioritas, karena jika kesehatan organ intim gak terjaga, maka risiko terjadinya infeksi oleh bakteri dan jamur di area tersebut bisa meningkat. Yuk mulai rawat organ intim dari sekarang.

Ikuti Kami
Download Sayurbox App
Google Play
App Store
Copyright © 2023, Sayurbox