7 Cara Menyimpan Kentang Agar Lebih Tahan Lama dan Tidak Cepat Busuk

Kentang merupakan jenis umbian-umbian yang cukup populer. Salah satu pangan yang memilliki kandungan karbohidrat yang tinggi ini, sering dipakai menjadi bahan masakan, lho. Ada banyak cara dalam mengolah kentang seperti digoreng, direbus, dikukus, dan dipanggang. Jika kamu ingin mencoba membuat kreasi dari kentang tentu kamu harus memastikan bahwa kentang yang akan kamu olah dalam kualitas yang baik. Supaya kentang yang kamu simpan tetap dalam kondisi baik, yuk, simak 7 cara menyimpan kentang agar lebih tahan lama dan tidak cepat busuk di bawah ini.

Ini cara menyimpan kentang agar lebih tahan lama dan tidak cepat busuk

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/02/potato-3175463_1920-595x413.jpg
Cara Menyimpan Kentang Agar Lebih Tahan Lama dan Tidak Cepat Busuk. (Foto: Pixabay)

1. Periksa kualitas kentang

Cara menyimpan kentang pertama adalah periksa semua kentang untuk titik-titik lunak, kecambah, jamur, dan kerusakan hama. Hanya kentang yang sempurna yang cocok untuk penyimpanan jangka panjang.

2. Simpan dalam tempat yang memiliki ventilasi yang baik

Tempatkan kentang dalam kotak kardus, kantong kertas atau keranjang untuk memastikan ventilasi yang baik. Kantong plastik tidak memungkinkan kentang untuk bernafas dan akan memperpendek umur simpannya, jadi keluarkan dari kantung plastik jika kamu membawanya pulang.

3. Simpan di suhu sejuk

Cara menyimpan kentang yang benar adalah di tempat yang sejuk, lembab, dan gelap. Jika kamu memiliki ruang bawah tanah tanpa pemanas, itu adalah tempat yang sempurna untuk kentang. 6-10 derajat Celcius adalah suhu yang pas saat menyimpan kentang. Menyimpan kentang dalam kondisi ini dapat membantu menunda pembentukan kecambah pada kulit, salah satu tanda awal pembusukan. Menyimpan pada suhu tersebut adalah cara yang bagus untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan kandungan vitamin C dalam kentang.

4. Periksa kentang secara teratur

Periksa kentang yang kamu simpan secara teratur dan singkirkan yang lunak, layu, atau tumbuh kecambah agar tidak menyebabkan lebih banyak kentang yang rusak. Sekalipun kentang kamu telah bertunas, kentang tersebut tetap aman dikonsumsi selama kentang keras saat disentuh dan tidak layu.
Ingin cara menyimpan kentang agar lebih tahan lama dan tidak cepat busuk? Yuk, beli kentang dan kebutuhan dapur lainnya di Sayurbox!
http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/01/Banner-Blog-595x335.jpg

5. Jauhkan kentang dari produk lain

Tempatkan kentang berjauhan dari produk lain seperti bawang, hal ini bertujuan untuk mencegah transfer rasa dan pematangan prematur. Kentang dan bawang sama-sama melepaskan gas yang mematangkan satu dan yang lainnya. Hal ini menjadikan mencampur kentang dan bawang merah sebagai dalam keranjang yang sama adalah ide buruk.

6. Jangan mencuci kentang

Cara menyimpan kentang selanjutnya adalah jangan cuci kentang sampai kamu benar-benar siap menggunakannya. Jika kamu mencuci kentang sebelum kamu mengunakannya, daging kentang yang awalnya berwarna kuning akan berubah warna menjadi kecoklatan.

7. Jauhkan dari cahaya

Sinar matahari atau cahaya lampu dapat menyebabkan kulit kentang menghasilkan klorofil dan mengubahnya menjadi warna hijau yang tidak diinginkan. Sementara klorofil yang mengubah kulit menjadi hijau tidak berbahaya, paparan sinar matahari dapat menghasilkan sejumlah besar bahan kimia beracun yang disebut solanine.
Banyak orang membuang kentang hijau karena kadar solaninnya yang lebih tinggi. Solanin menciptakan rasa pahit dan menyebabkan sensasi terbakar di mulut atau tenggorokan bagi orang yang peka terhadapnya.
Jadi, apakah kamu tertarik untuk cara menyimpan kentang agar lebih tahan lama dan tidak cepat busuk? Yuk, beli kentang dan kebutuhan dapur lainnya di Sayurbox!