Jangan Sampai Salah, Ternyata ini 6 Perbedaan Tahu dan Tofu

Sebenarnya tofu adalah bahasa Inggris dari tahu. Makna tofu pada istilah ini mengarah pada segala macam jenis tahu. Sebagian besar orang menyebutkan jika tofu adalah tahu yang berasal dari Jepang dan memiliki perbedaan cukup signifikan dari tahu. Meski terbuat dari bahan yang sama yaitu kedelai, tahu dan tofu berbeda mulai dari tekstur, rasa, hingga cara pengolahan. Dari segi rasa dan warna keduanya memang mirip. Jadi, jangan sampai salah, yuk, simak 6 perbedaan tahu dan tofu berikut ini.

Ini perbedaan tahu dan tofu

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/05/slice-the-tofu-597229_1920-595x373.jpg

Perbedaan Tahu dan Tofu yang Jarang Diketahui. (Foto: Pixabay)

1. Asal

Dari asal keduanya saja sudah berbeda. Tahu adalah olahan kacang kedelai yang berasal dari Tiongkok. Konon penamaan tahu diambil dari bahasa Hokkian, yakni ‘tauhu’. Karena lebih populer dengan nama tofu, tak sedikit orang yang berasumsi jika keduanya adalah bahan makanan yang sama. Padahal tofu adalah makanan asli Jepang.

2. Berbeda Jenis

Tahu bisa dikatakan bahan makanan yang populer di Indonesia. Tahu memiliki tekstur yang lembut namun padat. Selain itu, kandungan airnya juga lebih sedikit dari pada tofu. Jika dilihat dari jenisnya, tofu merupkan jenis tahu berasal dari Jepang. Tofu juga bisa disebut dengan tahu sutera. Tahu sutera yang biasa dapat ditemukan dalam konsistensi lunak, sedang, tegas, dan ekstra keras.

Tahun dan tofu memang dibuat dengan bahan yang sama yaitu kacang kedelai, tetapi dalam proses pembuatan memang sedikit berbeda dan tidak dapat digantikan penggunaanya satu sama lain.

Ada beberapa jenis tofu yang bisa ditemukan di Indonesia. Jenisnya antara lain adalah momen tofu (tahu bertekstur seperti katun), kinu tofu (tahu bertekstur seperti sutera) dan tofu dengan berbagai rasa. Sedangkan untuk tahu, secara umum tahu ada tiga jenis yakni tahu putih, tahu kuning dan tahu sumedang. Namun ada juga jenis tahu lainnya, seperti tahu pong dan tahu bulat.

3. Proses Pembuatan

Pada proses pembuatan, bahan penggumpal yang digunakan di keduanya bisa berbeda. Dalam proses pembuatan tahu, bahan penggumpalnya bisa dengan menggunakan asam asetat, GDL (Glucono Delta Lactone) atau kalsium sulfat atau cairan sisa dari pembuatan tahu sebelumnya dengan jumlah cukup banyak. Salah satu proses terpenting pembuatan tahu adalah kolagulasi. Kolagulasi atau penggumpalan adalah proses membekukan protein dan minyak dalam susu kedelai. Kolagulan yang berbeda digunakan untuk menghasilkan berbagai jenis tahu.

Sedangkan dalam pembuatan tofu, tidak seperti tahu biasa yaitu tidak memerlukan pengepresan kedelai selama proses pembuatan tahu. Sebaliknya, susu kedelai dipadatkan dalam wadah terakhirnya. Proses ini menghasilkan tekstur lembut. Bahan penggumpalnya GDL dengan jumlah sangat rendah sebesar 0,2-0,3 persen dari jumlah susu kedelainya. GDL secara khusus digunakan untuk tahu sutra atau lunak karena mengental dengan cepat, memungkinkan tahu sutra dibuat di dalam wadah tanpa celah udara, yang mencegah tahu sutra dari pecah.

Sudah mulai memahami apa perbedaan tahu dan tofu? Kamu dapat melihat rekomendasi dan membeli tahu dan tofu berkualitas di Sayurbox. Yuk, cek produknya sekarang!

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/02/Banner-Blog-595x335.jpg

4. Tekstur

Perbedaan lain antara tahu dan tofu ada pada tekstur keduanya. Jika tahu memiliki tekstur yang lebih padat dan keras. Tahu dibuat dengan cara menekan adonan, sehingga kandungan airnya keluar dan menghasilkan tekstur yang padat. Tahu biasa tidak mudah hancur dan lebih kenyal dan tahu biasa mudah menyerap rasa saus dan kaldu.

Seperti sebutannya, tekstu tofu atau tahu sutra adalah sangatlah lembut, halus, dan memiliki rasa yang sangat gurih. Tofu bisa hancur dengan sangat mudah. Ini karena proses pembuatannya yang tidak melalui pengepresan dan kadar GDL yang rendah.

5. Kandungan Airnya

Kandungan air di dalam tahu sangatlah sedikit, karena dalam proses pembuatannya, telah terjadi proses pengepresan sehingga kandungan air di dalam tahu telah dikurangi. Tofu memiliki kandungan air yang cukup banyak atau melimpah. Tofu tidak seperti tahu biasa, tidak memerlukan pengepresan selama proses pembuatan tahu. Akibatnya, tofu memiliki kadar air cukup tinggi.

6. Cara Mengolah

Perbedaan tekstur dan kandungan air tahu dan tofu menjadikan keduanya berbeda juga dalam cara mengolah atau memasaknya. Tahu biasa harus segera diolah, tahu biasa bisa dengan mudah menyerap rasa bumbu dan kaldu dan sering digunakan dalam sup dan semur. Karena teksturnya yang cukup padat, tahu bisa diolah menjadi berbagai macam masakan mulai dari masakan kuah, goreng, tumis hingga pepes.

Tekstur tofu sangat lembut, sehingga dalam proses mengolahnya tofu sering diolah menjadi saus salad, saus, dan makanan penutup biasanya menggunakan tofu yang diblender atau dihaluskan untuk mendapatkan tekstur yang kental dan lembut.

Tofu juga sering berfungsi sebagai pengganti segala sesuatu mulai dari susu kedelai hingga krim. Campuran, tofu membuat pengganti yang cocok untuk susu dalam banyak resep makanan penutup vegan. Beberapa orang ada yang menggoreng tofu, dengan catatan saat menggoreng harus ekstra hati-hati agar tidak hancur saat digoreng.

Sekarang kamu sudah mengetahui 6 perbedaan tahu dan tofu, jangan sampai salah lagi. Kamu dapat melihat rekomendasi dan membeli tahu dan tofu berkualitas di Sayurbox. Yuk, cek produknya sekarang!

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/02/Banner-Blog-595x335.jpg
Ikuti Kami
Download Sayurbox App
Google Play
App Store
Copyright © 2022, Sayurbox