4 Perbedaan Matcha dan Greentea, dari Cita Rasa sampai Kandungannya

Pasti sudah tak asing lagi ya dengan matcha dan greentea. Keduanya sangat familiar dan bahkan saat ini cukup mudah ditemui di Indonesia. Sering dianggap sama, sebenarnya dua jenis teh hijau punya beberapa perbedaan. Yuk langsung saja simak penjelasan berikut untuk tahu perbedaan matcha dan greentea yang sebenarnya!
http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/06/perbedaan-matcha-dan-greentea-595x335.jpg

1. Cita Rasa

Perbedaan pertama terletak pada cita rasa. Kedua jenis teh hijau ini memiliki rasa yang mungkin hampir mirip tapi sebenarnya tidak sama. Jika dilihat dari segi kemiripan, keduanya sama-sama punya rasa seperti rumput, penuh dengan klorofil, dan hangat. Memang cenderung memiliki rasa menyerupai dedaunan.
Lalu apa yang membuat cita rasa keduanya berbeda? Greentea memiliki rasa yang jauh lebih ringan, segar, dan cenderung lebih lembut. Selain itu rasa dari greentea juga bisa berbeda-beda tergantung campuran bahan yang digunakan. Misalnya saja bisa dipadukan dengan bunga, kacang-kacangan, buah peach, jahe, madu, dan masih banyak lagi.
Sementara itu matcha memiliki rasa yang jauh lebih kuat, kental, dan kaya. Umumnya matcha ini akan dicampurkan dengan susu dan biasanya juga diberi sedikit pemanis. Jika sudah diberi campuran seperti ini, biasanya matcha akan terasa lebih lembut dan manis, hampir menyerupai greentea.

2. Cara Penyajian

Dilihat dari cara penyajiannya, dua jenis teh hijau ini juga punya perbedaan yang mencolok. Matcha akan disajikan dengan cara mencampurkan teh bubuk dan air panas. Kemudian matcha akan diaduk dengan pengaduk tradisional yang terbuat dari bambu. Tujuannya adalah agar gumpalan dari campuran air dan bubuk tadi bisa hancur lalu benar-benar merata. Agar lebih manis, matcha bisa diberi tambahan susu atau bahan pemanis lainnya.
Sementara itu cara penyajian greentea jauh lebih sederhana. Langsung saja panaskan air sampai mendidih. Setelah itu tuangkan air panas ke gelas yang sudah berisi kantung teh greentea. Rendam selama kurang lebih 3 menit lalu ambil kantong teh dan nikmati saja. Tidak seperti matcha yang memang harus dilarutkan langsung dari bentuk serbuknya.

3. Proses Budidaya

Greentea dan matcha sebenarnya berasal dari jenis tanaman yang sama. Namun perbedaan matcha dan greentea ini terletak pada proses budidaya tanaman tersebut. Lokasi asal budidayanya saja sudah berbeda. Greentea lebih banyak dibudidayakan di China sementara matcha lebih banyak dibudidayakan di Jepang.
Tanaman greentea akan ditanam langsung di bawah sinar matahari. Sementara itu tanaman matcha tidak boleh terpapar sinar matahari langsung. Nantinya sinar matahari yang berlebihan bisa membuat matcha jadi lebih gelap dan meningkatkan jumlah klorofil. Proses pengolahannya pun berbeda, lebih kompleks pengolahan greentea sehingga rasanya jadi jauh lebih ringan dibandingkan matcha.

4. Kandungan di Dalamnya

Greentea dan matcha ternyata juga punya perbedaan dari segi kandungan di dalamnya. Keduanya sama-sama mengandung kafein, sama halnya seperti teh-teh yang lain. Namun jika dibandingkan greentea, kandungan kafein dalam matcha jauh lebih banyak. Satu cangkir greentea diketahui mengandung kurang lebih 28 mg kafein sementara matcha bisa sampai 70 mg kafein.
Selain kandungan kafeinnya lebih kuat, matcha ternyata juga punya antioksidan dan asam amino yang lebih banyak dibandingkan greentea. Hal ini mungkin juga disebabkan oleh proses pengolahan matcha yang tidak sebanyak greentea. Kekuatan rasa dan kekentalan yang dihadirkan oleh matcha menjadi salah satu indikator bahwa kandungan di dalamnya juga jauh lebih banyak dari greentea.
Cukup jelas apa yang menjadi perbedaan matcha dan greentea. Keduanya memang sama-sama enak dan bisa memberi manfaat asalkan konsumsinya tepat. Selain bisa jadi sumber antioksidan, dua jenis teh hijau ini juga bisa membantu menurunkan berat badan dan mengurangi stres lho!