Ini 4 Jenis Oat untuk Diet, Mana yang Lebih Sehat?

Oat adalah sejenis serealia yang dapat menjadi sumber karbohidrat. Kandungan yang ada di dalam oat membuatnya jauh lebih sehat dibandingkan mengonsumsi beras. Beberapa nutrisi yang terkandung di dalam oat antara lain kandungan serat, protein, mineral, dan vitamin yang tinggi. Beberapa orang memilih untuk mengganti sumber karbo mereka dengan oatmeal untuk diet. Rencana diet dengan oat memang terbukti efektif sebab oat mengandung beta-glukan yang berfungsi menurunkan kolesterol dalam tubuh. Tak hanya itu, oat juga memiliki kandungan 7 vitamin, zat besi, kalsium, dan protein. Inilah yang menyebakan oat menjadi salah satu sumber karbohidrat kompleks yang kaya akan serat, sehingga menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama dan mampu mengendalikan berat badan. Bila kamu tertarik untuk mencoba diet dengan oatmeal, yuk, cari tahu 4 jenis oat untuk diet yang bisa kamu coba.

Ini jenis oat untuk diet yang bisa kamu coba

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/02/oat-2775006_1920-595x335.jpg
Jenis oatmeal untuk diet yang bisa kamu coba. (Foto: Pixabay)

1. Quick Cooking oats

Quick cooking oats merupakan jenis oat yang dapat dimasak secara cepat. Oat ini telah melalui proses pengolahan layaknya oatmeal instan. Namun yang menarik untuk mengonsumsi oat jenis ini dapat dilakukan dengan waktu singkat yaitu hanya dengan cara merebusnya selama waktu sekitar 5 menit saja.

2. Oatmeal Instan

Sama halnya dengan jenis oat sebelumnya, oatmeal instan merupakan oat yang telah melalui proses pengolahan. Bedanya jenis oatmeal instan ini membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan quick cooking oat. Oatmeal instan sangat cocok untuk dikonsumsi saat waktu padat, karena hanya perlu diseduh dengan air panas hingga menjadi bubur.
Tak hanya itu. terdapat beberapa perbedaan fisik yang perlu diperhatikan sebelum membeli oatmeal instan dan quick cooking oats yaitu penggunaan warna kemasannya. Umumnya Oatmeal instan menggunakan warna merah untuk kemasannya, sedangkan warna kemasan quick cooking oats adalah biru. Jadi perhatikan baik-baik ya sebelum membeli.

3. Rolled Oat

Rolled oat merupakan sejenis menir gandum yang sudah dikupas dan dikukus. Tekstur dari rolled oat ini sedikit lunak dan bentuknya pipih akibat proses penggilasan. Proses ini dipercaya dapat menstabilkan kadar minyak di dalam rolled oat dan memperpanjang usia penyimpanan. Karena proses pengolahan yang jauh lebih singkat bila dibandingkan dengan oatmeal instan dan quick cooking oats menyebabkan tekstur rolled oat masih lebih terlihat seperti serpihan biji berbentuk pipih.
Cara mengonsumsi rolled oat juga masih tergolong singkat yaitu hanya 10 menit direbus dengan air di atas api. Jenis rolled oat ini biasanya merupakan bahan dasar pembuatan makanan diet sehat seperti muesli dan granola. Kelebihan rolled oat adalah mudah untuk diaplikasikan dengan berbagai kreasi resep oat untuk diet.
http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/01/Banner-Blog-595x335.jpg

4. Steel Cut Oat

Bila menginginkan diet yang efektif maka gunakan steel cut oat. Jenis oat ini dibuat dengan cara dipotong bukan digulung ataupun dipipihkan. Meski begitu, untuk mengonsumsi steel cut oat memang dibutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan jenis oat lainnya. Tekstur yang dihasilkan dari steel cut oat juga berbeda yaitu bertekstur chewy dengan rasa yang nutty.
Pada dasarnya makan oat untuk diet dapat dilakukan dengan jenis oat apa saja. Namun, menurut Heath Harvard menemukan fakta bahwa seluruh jenis oat pada dasarnya memiliki kandungan nutrisi yang sama. Tetapi yang membedakan adalah indeks glikemiknya. Indeks glikemik merupakan nilai yang tercantum di dalam makanan yang menunjukkan seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar glukosa di dalam tubuh. Bila dirunut ke depan, kita tentu memahami bahwa gula darah yang berlebih justru dapat menjadi racun yang dapat mengakibatkan banyak penyakit yang membahayakan.
Oleh sebab itu, semakin rendah indeks glikemiknya maka akan semakin lambat proses peningkatan kadar glukosa di dalam tubuh dan semakin tinggi indeks glikemik justru menunjukkan semakin cepat peningkatan kadar glukosanya. Hal inilah yang menyebabkan makanan dengan indeks glikemik yang rendah sangat cocok untuk menurunkan berat badan dan makanan dengan indeks glikemik yang tinggi berguna untuk pemulihan energi setelah aktivitas yang padat.
Dari uraian di atas mengenai indeks glikemik, dapat disimpulkan bahwa oat yang terbaik untuk diet adalah yang memiliki indeks glikemik rendah. Bila dibandingkan dari 4 jenis oat untuk diet di atas, maka steel cut oat merupakan oat dengan indeks glikemik rendah karena membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna oleh tubuh. Oat terbaik kedua jatuh kepada Rolled Oat karena indeks glikemiknya tidak jauh berbeda dengan steel cut oat meski lebih cepat disajikan. Dengan demikian untuk memaksimalkan dietmu, kamu bisa gunakan dua jenis oat tersebut.
Namun, karena oatmeal hanya berfungsi sebagai pengganti sumber karbohidrat, maka perlu disandingkan dengan makanan lain yang bernutrisi dan berserat seperti buah-buah, sayuran, maupun protein hewani. Jika ingin mulai diet dengan oatmeal, yuk, beli oatmeal dan makanan sehat lainnya di Sayurbox!
http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2020/01/Banner-Blog-595x335.jpg