11 Jenis Teh yang Banyak Dikonsumsi di Dunia, Ada Teh Hitam hingga Putih

Teh merupakan salah satu jenis minuman yang banyak dikonsumsi oleh orang-orang di seluruh dunia. Jika di Indonesia bisa dibilang sebagai surganya teh hitam, ternyata di luar sana ada banyak jenis teh lainnya yang memiliki rasa dan aroma yang gak kalah menggodanya. Penasaran dengan berbagai jenis teh yang banyak dikonsumsi oleh orang-orang di dunia? Check this out!

http://blog.sayurbox.com/wp-content/uploads/2022/09/jenis-teh-595x335.jpg

1. Teh Hitam

Mari mulai ulasan mengenai jenis-jenis teh ini dengan membicarakan tentang teh hitam. Teh hitam merupakan teh yang diproses dari daun teh atau daun tanaman Camellia sinensis. Daun dari tanaman teh ini diproses dengan oksidasi penuh dan kemudian dikeringkan, sehingga memberinya warna akhir berupa cokelat kehitaman.

Teh hitam ini merupakan salah satu jenis teh yang paling banyak dikonsumsi orang di seluruh dunia. Sebanyak setengah dari total produksi teh dunia berasal dari India, sedangkan Indonesia menempati posisi ke-8. Teh hitam nikmat dikonsumsi baik dalam kondisi panas maupun dingin, serta kerap dikombinasikan dengan gula, susu, dan lemon untuk membuat cita rasanya makin mantap.

2. Teh Hijau

Teh hijau merupakan teh yang diolah dari daun Camellia sinensis yang gak melalui proses oksidasi. Sesaat setelah daun teh dipetik, daun teh tersebut langsung dipanaskan untuk menghancurkan enzim yang menyebabkan terjadinya oksidasi. Cara pemrosesan daun teh inilah yang membuat teh hijau dikenal sehat, karena kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral.

Berbeda dengan teh hitam yang menghasilkan warna cokelat kehitaman saat diseduh, warna yang dihasilkan dari penyeduhan teh hijau adalah kuning kehijauan pucat. Cita rasa yang dimiliki oleh teh hijau ini juga lebih ringan dibandingkan teh hitam, serta memiliki sensasi grassy saat diminum. Teh hijau paling tepat disantap tanpa adanya tambahan apa pun.

3. Teh Oolong

Teh oolong merupakan teh yang dihasilkan dari daun teh yang diproses secara semi-oksidasi. Setelah daun teh dipetik, daun teh akan dikeringkan selama 2 hingga 4 jam, untuk kemudian dipanaskan agar bisa menghentikan proses oksidasi. Jika oksidasi dibiarkan lama, maka rasanya akan menyerupai teh hitam, sedangkan jika oksidasinya sebentar, rasanya akan menyerupai teh hijau.

Warna yang berbeda juga dihasilkan oleh teh yang dikonsumsi secara luas di Cina dan Taiwan ini saat diseduh, yakni antara warna kuning keemasan atau cokelat terang. Meskipun tidak seterkenal teh hitam atau teh hijau di Indonesia, sekarang sudah banyak teh oolong kemasan yang dijual di Indonesia.

4. Teh Putih

Teh putih atau white tea merupakan teh yang dihasilkan dari penyeduhan tunas baru dan daun muda tanaman Camellia sinensis. Jika dibandingkan dengan jenis teh lainnya, teh putih merupakan teh yang pemrosesannya paling singkat. Setelah dipetik, tunas baru dan daun yang masih muda tersebut akan dipanaskan untuk menghentikan proses oksidasi, lalu dikeringkan.

Teknik pemrosesan yang unik ini membuat teh putih memiliki cita rasa yang lebih ringan dibandingkan dengan teh jenis lainnya. Saat diseduh dengan air panas, teh putih ini menghasilkan warna putih pucat atau putih kekuningan. Teh putih diketahui memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teh hijau.

5. Teh Pu-erh

Teh pu-erh merupakan salah satu tipe teh spesial yang berasal dari provinsi Yunan, Cina. Berbeda dengan teh lainnya yang berasal dari daun teh yang ditanam khusus, teh satu ini dibuat dari tanaman teh liar. Setelah dipetik, daun teh melalui proses fermentasi mikrobial yang dilakukan dengan cara saling menempelkan daun teh, lalu kemudian disimpan hingga nantinya diseduh.

Teh pu-erh memiliki dua kemungkinan warna, yakni antara hitam dan kuning kehijauan. Warna yang dihasilkannya nanti tergantung pada berapa lama proses oksidasi yang dilalui oleh daun teh liar tersebut. Cita rasanya sendiri cenderung menyerupai cita rasa tanah atau earthy. Jika dibandingkan dengan teh lainnya, teh pu-erh ini disebut memiliki rasa yang lebih kaya.

6. Earl Grey

Jika ngomongin teh yang paling terkenal di Britania Raya, jawabannya sudah tentu adalah earl grey. Earl grey merupakan teh yang dihasilkan dengan cara menambahkan ekstrak jeruk bergamot pada teh hitam. Usut punya usut, earl grey ini ternyata diciptakan untuk mengubah aroma teh murah, lalu kemudian dijual kembali sebagai teh yang mahal.

7. Teh Melati

Teh  melati merupakan salah satu varian dari teh hitam. Cara pembuatan teh melati cukup kompleks. Bunga melati akan disimpan di ruangan yang sama dengan daun teh selama beberapa hari, di mana ruang tersebut memiliki kelembapan yang terkontrol. Proses ini dilakukan di malam hari saat bunga melati mekar, sehingga aromanya bisa diserap oleh daun teh tersebut.

Tipe teh yang digunakan dalam pembuatan teh melati ini sendiri terbilang beraneka ragam, baik itu teh hijau, teh putih, teh oolong, atau pun teh hitam. Namun, umumnya pembuatan teh melati menggunakan teh hijau. Lama proses penyimpanan teh untuk bisa menyerap aroma melati tersebut tergantung pada level aroma teh yang diinginkan.

8. Teh Masala Chai

Teh masala chai merupakan jenis teh yang tercipta dari perpaduan teh hitam dengan aneka rempah tradisional India. Dalam membuat teh masala chai ini, teh hitam akan dicampur dengan kapulaga, kayu manis, jahe, dan cengkeh. Teh hitam dan aneka rempah ini kemudian diolah dengan air mendidih, susu, dan gula. Selain di India, teh masala chai ini juga terkenal di Britania Raya.

9. Teh Ungu

Teh ungu merupakan salah satu jenis atau tipe teh baru yang dikembangkan. Teh satu ini diproduksi dari tanaman teh berdaun ungu yang ditemukan tumbuh liar di daerah Assam, India. Teh ungu ini sendiri melalui proses semi-oksidasi, sebelum kemudian dikeringkan. Saat diseduh, teh ini menghasilkan warna ungu kemerahan mirip daunnya, dengan rasa yang ringan.

10. Teh Kamomil

Teh kamomil atau chamomile tea merupakan teh beraroma khas yang dibuat dari bunga tanaman kamomil yang dikeringkan. Bunga kamomil yang telah dikeringkan tersebut kemudian diseduh dengan air panas untuk menghasilkan teh kamomil dengan warna kekuningan ini. Teh kamomil ini sendiri begitu dikenal akan manfaatnya untuk membuat tidur jadi lebih nyenyak.

11. Teh Jahe

Sayurfriends pasti sudah gak asing lagi dengan yang namanya teh jahe atau ginger tea. Masyarakat Indonesia kerap mengonsumsi teh rempah satu ini saat sedang demam, batuk, atau pilek, karena dipercaya bisa cepat menyembuhkannya. Cara membuat teh jahe ini pun sangat muda, yakni cukup dengan merebus jahe dengan air saja, untuk kemudian air rebusannya diminum.

Itulah tadi 11 jenis teh yang banyak dikonsumsi di dunia. Selain diolah dari daun teh, ada juga teh yang dibuat dari rempah dan juga bunga yang dikeringkan. Selain aromanya yang menenangkan dan rasanya yang lezat, teh memang mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Sayurfriends sendiri suka teh yang mana nih?

Ikuti Kami
Download Sayurbox App
Google Play
App Store
Copyright © 2023, Sayurbox